Aku tidak ingat kapan tepatnya aku mulai meninggalkan review di google maps, tapi sudah cukup lama meskipun tidak se rutin itu. Karena mobilitasku juga tidak setinggi itu, jadi cenderung mengunjungi tempat-tempat yang sama berulang kali.
Why you should take some time to leave your review on Google Maps
Beberapa alasan mengapa kemudian aku melakukan hal ini:
- It is helpful for me, so I want to do it for others. Aku sering sekali bepergian sendiri dan do an impromptu visit ke berbagai tempat dan sumber utama informasiku adalah review google maps. Tentu opini orang bisa berbeda-beda, tapi menurutku review di gmaps sangat membantu karena lebih objektif jika dibandingkan dengan review social media seperti instagram where everything becomes interesting and aesthetics.
- When the place gives me a good first impression or that bad. Sebelumnya, aku bilang kalau aku nggak se rutin itu untuk meninggalkan review, apalagi di tempat-tempat standar seperti supermarket atau pusat perbelanjaan. Tapi untuk cafe atau usaha kecil, aku rasa ini lebih penting. Kalau aku mendapatkan pengalaman yang mengesankan dalam kedatangan pertamaku, aku biasanya pasti meninggalkan review lengkap dengan foto makanan atau ambiance. Pun juga ketika aku mendapatkan pengalaman buruk atau jauh dibawah ekspektasi. Trust me, I’m not a Karen. I don’t sweat over little things. I truly understand that things in the kitchen can be super hectic, especially in rush hours, jadi hal-hal kecil seperti rasa makanan yang hambar atau slightly terlalu asin bukan hal yang meresahkan.
Hari ini (01/02) aku cafe hopping setelah dari gereja. Aku menghabiskan satu minggu penuh bekerja dari rumah dan sudah saatnya mencari suasana baru di akhir pekan. Plus, aku masih belum familiar dengan pilihan cafe di Sidoarjo, jadi ini menjadi saat yang tepat untuk eksplorasi!
Mengingat pengalaman beberapa minggu lalu ketika ada pemadaman listrik selama 7 jam di rumah dan ada pekerjaan yang harus aku selesaikan di hari itu. I was startled because I didn’t know where I could work for the day. I am really sensitive to smell, especially cigarettes. Jadi tempat-tempat dengan ketersediaan smoking room yang kurang proper dan asapnya (sesedikit apapun itu) tercium – I would definitely get a headache.
A little throwback – awal tahun 2024 ku pernah cafe hopping di Bandung dengan tujuan utama WFC. Dalam salah satu kunjunganku ternyata kafe yang kukunjungi full open area jadi bisa dibayangkan aroma rokok bagaimana intensnya. Karena sudah masuk I ended up still ordering food 🤣 but leave after I finish eating. Budaya sungkan sudah terlalu mendarah daging dalam diriku.
Anyway, so far ini dua rekomendasi kafe yang nyaman di Sidoarjo.
Mirev’s Cafe
Hari ini (01/02) kali kedua kunjunganku ke Mirev, sebelumnya aku juga ke sana setelah aku misa pagi dan memutuskan berjalan kaki untuk explore the area sambil memfamiliarkan diri dengan area baru. (you must know how much I love walking! hihi) Waktu itu bulan Desember, masih sekitar 2 minggu pertamaku pindah ke Sidoarjo.
Dalam kunjungan pertamaku ke sana, bangunannya yang kontras dengan deretan kantor pemerintahan dan institusi pendidikan menarik perhatianku. Memang kecil, tapi nyaman. Menu pertama yang aku pesan juga tidak mengecewakan, malah melebihi ekspektasiku jika disandingkan dengan harganya. Aku menghabiskan waktu cukup lama di sana dengan target menyelesaikan buku yang kubawa. And I did finish it! – defintely a good place to read.
Hanya ada 3 meja tersedia di area indoor dan tambahan di area luar, menurutku ini ideal karena yang dijual bukan makanan berat. Jadi kondisi kafe tidak akan terlalu ramai jika semuanya terisi. Nyatanya, dalam dua kunjunganku hanya 2 meja lain yang sempat terisi dan lainnya hanyaberupa take away. Playlist lagu yang diputar juga tidak berisik. Umumnya aku akan menggunakan earphone dan mendengarkan lagu pilihanku sendiri ketika membaca, tapi selama di Mirev aku memilih tidak menggunakannya.
Stafnya juga sangat ramah dan menyenangkan, selain itu kebersihannya juga terjaga. Tersedia kamar mandi yang cukup bersih meskipun cafe ini kecil dan hanya menyediakan dessert. Ketersediaan kamar mandi ini penting, karena menghabiskan waktu lama untuk membaca pasti butuh toilet.
Berikut ini yang aku pesan dalam dua kali kunjunganku:
I did a 7 minutes walk from Mirev’s to The Rooster Coffee. Aku pilih lewat gang kecil and it was a fun walk! Ketemu 3 kucing, yang 2 lagi bertengkar wkwkw. Other than that, rumah-rumahnya punya banyak sekali tanaman! Always love a green scenery in the city.
The Rooster Coffee Company
Masih di area yang sama, I did a quick google search on gmaps dengan teknik yang kusebut zoom-in, zoom-out. Begitulah biasanya aku mencari tempat selama bepergian, kecuali kalau memang sudah ada tujuan.
Aku nggak sempat banyak foto ambiance tempatnya karena di pertengahan perjalananku mulai turun hujan hahaha. Jadi aku buru-buru langsung masuk ke dalam. Dari masuk gerbangnya, areanya luas ternyata! Ada 2 bagian kafe yang sebelah kiri bertingkat dan aku masuk ke sebelah kanan karena aku melihat cashier dan main barnya di sana.
Karena memang hari minggu, jadi kondisi lumayan penuh. But thankfully, karena aku sendiri jadi masih ada 2 meja kecil available. Aku memilih duduk di seberang bar-nya karena lebih tenang dan ada stop kontak.
Untuk menunya, aku pesan curry. This is my go-to menu kalau pertama kali pesan di tempat baru. Karena menurutku curry ini cukup basic karena pasti pakai bumbu japanese curry instant. Nggak akan segimana-gimana nya gitu kalau pun nggak enak. Paling katsunya keras atau terlalu banyak tepung, atau bumbu terlalu cair.
As shown in the picture, porsinya generous banget! Hahaha. Ngga nolak sih, karena aku sudah agak telat makan jadi I was starving. Tektur nasinya pas, ayamnya juga banyak dan tidak keras. Bumbunya juga enak! Agak sedikit terlalu pedes to my taste but overall it was really good!
Yang impress me adalah keberadaan kentang dan wortel yang wajar. Sering kali kalau order curry biasanya kentang dan wortelnya cuma beberapa biji aja. Dan biasanya potongan besar-besar. Lalu ini keberadaan si telur dadar di atas nasi truly made me happy! Hahahaha. I’m an egg lovers and a satisfied customer.
Setelah meninggalkan review, aku dapat balasan langsung dari ownernya! Hal ini menunjukkan kalau pemilik bisnis secara rutin memeriksa review dan senantiasa memperbaiki operasional sesuai dengan input customer. Really appreciate that.
Catatan: I drafted this blog right after my visit! Semenjak kembali ngeblog, aku download aplikasi jetpack di HP untuk bisa akses wordpress lebih cepat. Karena sangat mudah untuk bikin draft post dan sekaligus upload photos langsung dari HP, sekarang aku punya banyak banget drafts hahaha. Akhirnya malam ini aku finalisasi tulisannya! Yey!
Selain itu, aku cek-cek kembali profil gmapsku dan sudah agak lama sejak aku terakhir review-review. Jadi ini juga sebagai pengingat ke diri sendiri untuk bisa lebih aktif membagikan review – also writing on my blog more consistently. hahaha.








Leave a comment