Pentas Kedua: Pentas Akbar Teater Rumpun Padi

Pentas Akbar 2017 Teater Rumpun Padi (19)

Yak, ini adalah pentas kedua yang aku lalui selama aku ikut tergabung dalam UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Teater Rumpun Padi di kampus. Pentas ini bertajuk Pentas Akbar yang membawakan tema “Bulan Berduka”, dilaksanakan pada Jumat (26/05/2017) di gedung P lantai 2 UKP.

Tema tersebut diambil dengan tujuan untuk mengingatkan kembali mengenai tragedi-tragedi kemanusiaan yang banyak terjadi pada bulan Mei. Seperti peristiwa Trisakti, pemunuhan Marsinah, dll. Nah untuk itu Teater Rumpun Padi ingin mengajak para penonton untuk #MenolakLupa dan tetap selalu berusaha memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Dapat dikatakan, persiapan pentas kali ini dibandingkan pentas sebelumnya (baca : pentas studi, dimana aku menjadi aktor) sangatlah singkat, hanya sekitar 1 bulan. Kali ini aku tidak berperan kembali sebagai aktor, melainkan aku menjadi Tim Artistik bersama Kak Maichel dan Luve. Membuat daftar properti yang dibutuhkan, memastikan barang-barang sudah didapatkan, dan bersama-sama juga dengan anggota yang lain membuat properti-properti yang dibutuhkan. Karena menjadi tergabung dalam 1 tim artistik saja, bukan berarti aku hanya mengerjakan bagianku saja — atau yang bukan tim artistik tidak bekerja menyiapkan properti. Tidak. Kami semua bekerja bersama-sama untuk segala persiapan pentasss

Menanti tangal 26…. #eh

Dalam 2 pentas yang aku ikuti dalam teater, yang aku dapatkan adalah bahwa bekerja dalam teater tidak menjanjikan keuntungan, namun selalu menjanjian sebuah pelajaran baru. Bekerja dalam teater memang melelahkan, tapi kurasa perasaan senangku lebih besar dari rasa lelah yang aku rasakan. Dan bekerja dalam teater.. kami selalu tertawa XD Suka dan duka pasti ada, tapi itulah yang dinamakan dinamika bukan? Bahkan dalam kehidupan pun tidak selalu menjanjikan kita selalu senang, karena kehidupan seperti roda yang terus berputar. Terkadang kita diatas, dan terkadang kita dibawah.

Kalau kata Abah Tohir, salah satu tokoh legenda Srimulat, teater adalah belajar ilmu tentang kehidupan. Jika dibangku kuliah aku mendapatkan teori-teori yang ada di dalam buku. Teori-teori kehidupan yang ada di dalam teater tidak tertulis, melainkan aku dapatkan selama proses yang berlangsung ini.

Jumat, 26 Mei 2017

3 naskah dimanikan, yang pertama ialah naskah monolog “Bahaya” karya Putu Wijaya oleh Maichel Korompis. Yang kedua ialah monolog “Pertanyaan” karya Masetio Hariadi, dan yang ketiga adalah naskah “Matahari Terlalu Cepat Bergeser” yang juga merupakan karya Marsetio Hariadi.

Penasaran dengan naskah yang dimainkan..? 

Makanya lain kali datangg 🙂

Post kali ini aku akhiri dengan sepenggal kalimat dari puisiku untuk pameran pentas kali ini :

Kebenaran tidak pergi kemana-mana, hanya saja mereka menguburnya.

Kawan-kawanku, tetaplah berkarya dan melakukan hal yang menjadi minat kalian. Dan jangan lupa bahagia serta membahagiakan orang lain. Menurutku, salah satu cara paling mudah adalah jangan lupa untuk menjadi orang baik dan selalu menyuarakan kebenaran dan keadilan. Salam Budaya!

You may also like

2 Comments