Naomi Victoria – Puisi

kosong

Naomi Victoria – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra Surabaya

Ia mendapatkan inspirasi untuk membuat puisi ini adalah ketika ia merasa seolah hidup yang ia jalani, semua usaha yang ia lakukan ini tak memiliki arti. Hanyalah sebuah kekosongan belaka.


Kosong

Saat aku dilahirkan
Aku adalah seorang bayi dengan tangisan paling merdu
Tetapi diriku kosong, bersuara tanpa jiwa

Saat aku balita
Aku adalah seorang anak dengan tarian paling lincah
Tetapi diriku kosong, bergerak tanpa jiwa

Saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar
Aku adalah seorang siswa dengan nilai yang tertinggi
Tetapi diriku kosong, ber otak tanpa jiwa

Saat aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama
Aku adalah seorang siswa dengan sejuta teman
Tetapi diriku kosong, berkawan tanpa jiwa

Saat aku duduk di bangku Sekolah Menengah Atas
Aku ada seorang siswa dengan sejuta kekasih
Tetapi diriku kosong, bercinta tanpa jiwa

Saat aku duduk di bangku Perkuliahan
Aku adalah seorang Mahasiswa dengan sejuta kegiatan
Tetapi diriku kosong, melakukan rutinitas tanpa jiwa

Dan selalu kosong
Hampir setiap hari aku melangkah
Tak ada sedikitpun rasa tanah yang seharusnya ada
Melayang, seperti sepasang kaki ini bersayap

Mata, tak sedikitpun bergerak
Terpaku lurus, tetap kosong
Sayu, seakan hujan tak berhenti jatuh tepat di pelupuknya
Membiarkan nya lembab, tetapi tetap kosong

Otak, tak pernah terisi apapun
Bersikukuh mempertahan kan sisi keangkuhan nya
Membiarkan yang kosong semakin berdebu dan melebur

Telinga, seakan tak menangkap getaran
Tersumpal kotoran-kotoran yang menumpuk
Melumpuhkan bisikan yang ingin masuk
Membiarkan nya tetap kosong


#AyoBerkarya #BerkaryaDenganHati

You may also like