kindness.

kindness (4)

Seperti judulnya, quote bertema kindness yang menjadi featured image dalam post kali ini sebenarnya aku dapat dari akun instagram @thegoodquote 17 Desember 2016 lalu. Aku sebelumnya pernah membaca quote lain yang hampir mirip maknanya, dan aku sangat suka. Aku sudah lupa tepatnya apa, namun intinya ialah tersenyumlah kepada setiap orang yang kamu temui, karena kamu tidak pernah tau apa yang sebenarnya telah mereka lalui. Dan setelah aku membaca yang satu ini, aku capture dan aku kirim ke ilustrator/letterer(?) – aku gak tau harus nyebutnya apa – yang sekaligus sahabat sejak TK-ku @typrist untuk dibuatkan. Hingga akhirnya, awal bulan februari ini dia tiba-tiba membuatkannya. *yey*

Sebenernya, aku cuma berniat repost di instagram dan aku buat caption, bukan berniat untuk membuat sebuah post di blog. Namun, seperti yang telah aku sampein di story instagram, kalo aku dapet ide nulis saat lagi cuci piring. #NahLoh (Ketika idemu mengalir deras bak air keran, tapi kamu juga gabisa segera berlari ke layar laptop untuk segera menuliskannya)


Oke, kisah dimulai.

Jadii, sudah beberapa kali piring kotor yang aku letakkan di tempat cucian piring ini tercuci sebelum aku sempat mencucinya sendiri. Mungkin sekitar 3-4 kali. Karena biasanya ketika aku harus pergi dan tidak ingin meninggalkan resiko datangnya semut-semut ke kamar, aku meletakkannya di tempat cucian piring agar aku cuci nanti ketika kembali ke kos.

Lalu kejadian ini terulang kembali sore tadi. 2 buah tempat makan yang sebelumnya aku letakkan sebelum pergi ke luar kota sudah kembali tercuci. Dan aku benar-benar tidak tahu siapa yang mencuci. Lalu aku pun mulai mencuci piring baru yang kubawa, dan kulihat ada sebuah tempat makan beserta sendok yang belum tercuci di sana, aku tidak tahu milik siapa itu, yang akhirnya aku mencucinya. Ini sebenarnya bukan tanpa alasan, aku kembali teringat dengan sebuah kisah dari buku Chicken Soup (aku lupa yang mana). Sebuah kisah tentang kebaikan (kindness), aku sudah lupa detail kisahnya, aku ceritakan se-ingatku yah. hehe..

Sebagian kisah (samar-samar) dari ingatan masa lalu..

Menceritakan kebaikan-kebaikan, salah satu kisah menceritakan mengenai seorang gadis yang ingin membeli setangkai mawar merah sebagai hadiah ulang tahun bagi ibunya namun tak memiliki cukup uang. Di saat yang sama, ada seseorang yang memiliki satu buket bunga mawar berwarna merah. Melihat kesedihan di wajah gadis tersebut, ia akhirnya memberikan satu buket bunga mawarnya kepada gadis kecil itu. Lalu, gadis kecil itu pun pulang dengan wajah penuh sukacita, namun ini tidak berhenti sampai di sini. Ketika gadis ini hendak berjalan pulang, ia melihat seorang nenek-nenek (kalau aku tidak salah ingat, aku benar-benar sudah lupa detailnya, karena aku membacanya saat SMP, namun aku masih bisa mengingat bagaimana perasaanku saat membaca ini). Akhirnya, gadis ini pulang ke rumah dengan setangkai mawar merah yang ia ambil di satu buket mawar ini, dan memberikan sisanya ke nenek-nenek yang ia temui di jalan tersebut.

Kisah lainnya, seorang yang tanpa alasan membayarkan 10 karcis jalan tol untuk 10 mobil setelah ia, dengan meninggalkan sebuah kartu yang ia titipkan pada petugas karcis untuk diberikan kepada mereka yang telah dibayarkan karcisnya. Sebuah kartu (yang lagi-lagi aku lupa tepatnya yang tertulis di sana) yang intinya adalah untuk tetap menyebarkan kebaikan, dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun. Dan hal ini menjadi dampak yang berkelanjutan, karena orang-orang lain mulai melakukan kebaikan-kebaikan lainnya. Tanpa suatu alasan yang pasti, tanpa mengenal orang yang mereka bantu. Gerakan ‘rantai kebaikan’ ini sempat menjadi sebuah gerakan massal pada masa tersebut. Yap, ini sebuah fenomena yang nyata.


Nah, dari kisah cuci piringku dan cuplikan kisah (samar-samar) dari buku Chicken Soup yang kubaca sekitar 5 tahun yang lalu ini, aku cuma ingin mengajak agar kita semua tak pernah segan melakukan kebaikan.

“Everyone you meet is fighting a battle you know nothing about. Be Kind. Always.”

Jangan terpaku bahwa kebaikan hanya berhubungan dengan materi atau uang saja. Kebaikan kecil seperti memberikan senyum dan sapa kepada penjaga lift di Mall bisa saja memberikan sebuah penghiburan bagi mereka yang bosan terus menerus di dalam lift. Memberikan senyuman kepada setiap orang yang kalian temui adalah tindakan kecil yang mungkin saja, secara tidak kalian ketahui, dapat memberikan makna yang besar bagi mereka yang memiliki permasalahan.

Jangan menilai seseorang hanya dari perkataan dan tingkah laku seseorang, menjadi baik memang tidak mudah, tapi kita semua dapat memulainya hanya dengan sebuah senyuman kecil bukan? 😀

You may also like

3 Comments

  1. Tidak ada kebaikan yang terlalu sepele untuk dilakukan karena pada hakekat apapun bentuknya kebaikan itu tetaplah baik apa adanya. (inspirasi dari hasil bertapa dikamar mandi)