Ketika Malam Tiba

ketika malam tiba

Sebenarnya tulisan ini sudah aku buat sejak 13 Februari lalu.


Ketika Malam Tiba

Mungkin ketika malam tiba banyak mata terpejam
‘rehat’ kata banyak orang di luar sana.
Banyak pula mereka dengan gemerlap dunia malamnya itu.
Atau mereka yang masih berdoa, menengadah kepada Yang Maha Kuasa
berdoa, menengadah dan memohon untuk hari esok yang lebih baik.

Mungkin ketika malam tiba banyak tangisan terisak yang berusaha mereka reda
namun apa daya.. ketika rasa pedih itu rupanya lebih besar dari kerasnya hati mereka.
Banyak pula mereka yang masih bergelut dengan tumpukan tanggung jawab,
tanggung jawab yang mereka sebut beban itu.
Atau mereka yang menahan betapa menusuk dinginnya malam
berusaha mencipta kehangatan bersama beberapa eksemplar surat kabar, dan tumpukan kardus
ditemani lampu jalanan sebagai cahaya mereka.

Mungkin ketika malam tiba, sedikit saja kendaraan yang berlalu lalang
tak ada teriakan dan umpatan-umpatan di pagi hari itu.
Sedikit pula rupanya mereka yang masih peduli dengan hidup,
rupanya kehidupan yang katanya semakin membaik itu hanya bagi mereka yang duduk di atas saja,
duduk di atas bahkan tanpa sekalipun melirik ke bawah.
Hingga mereka yang berada di bawah
menyerah akan kehidupan
dan mulai perlahan meninggalkannya.

Ataukah kita yang sebenarnya terlalu tidak peduli pada kehidupan?
Karena sibuk dengan dunia kita masing-masing.
Ataukah kita yang sebenarnya menutup mata dan membiarkan segalanya,
membiarkan semua kekeliruan,
membiarkan semua tipu muslihat,
membiarkan semua keserakahan, kerakusan, ketidakadilan dan
membiarkan isak tangis di malam hari itu?
Padahal itu semua kita lihat, hanya saja kita memejamkan mata pada malam hari
‘rehat’ kata banyak orang di luar sana.


Featured image keren kali ini adalah hasil jepretan Edward Hartanto, teman meliput masa-masa SMA dulu, hehehe. Fotografer yang kayaknya gak punya capek angkat kamera kemana aja. Karena sudah lama sekali sejak terakhir kali foto dan tulisan kita bertemu, setelah aku menuliskan karya ini aku mengirimkannya dan memintanya untuk mengirimkan foto. (senang rasana ketika gambar utama yang aku pakai bukan hasil nyari di pinterest, dan yang terutama, bagus. Hehe) Buat kalian yang tertarik dengan hasil foto-foto Edo – panggilannya – bisa lihat di instagramnya @edward_hartanto


You may also like

2 Comments

  1. “tak ada teriakan dan umpatan-umpatan di pagi hari itu.” Kenapa aku salah fokus malah mbayangno mas – mas njerit ‘JAN***’ vs arek SMA njerit ‘FAK!’ ….?