Kenapa Aku Suka Menulis?

menulis

Menyambung artikelku sebelumnya : Menulis , aku mau membagikan alasan pribadiku mengapa aku suka menulis *seperti yang kunjanjikan*. Dari beberapa jenis tulisan yang juga sudah aku muat dalam post sebelumnya, yang aku maksud tulisan dalam post kali ini adalah menulis blog dan membuat artikel berita. Alasan-alasan dibawah adalah murni PENDAPAT PRIBADI yang aku rasakan sejauh ini. Jadiii….

Pelarian dari Rutinitas dan Kewajiban #lho

Yak, mungkin ini terdengar terbaca agak aneh bagi kalian. Jika memang kalian menganggap bahwa keharusan menulis menjadi sebuah kewajiban yang menyebalkan. Bagiku, menulis blog dan melakukan liputan sebuah kegiatan adalah pelarianku, semacam refresing atau hang-out kalau kata anak zaman sekarang. Hahaha. Hang-out kok nulis ver *ansos banget* XD Contohnya aja, sekarang, BENERAN SEKARANG waktu aku buat artikel ini adalah seharusnya aku mulai melanjukan revisiku buat tugas penelitian Bab 1. Seharusnya. Tapi karena kemalasan ide dan keniatan menulis muncul, ya kesempatan aku jadikan alasan buat menunda pengerjaan tugas kesempatan biar pembaca gak menunggu terlalu lama.

Menulis membuat aku menarik diriku sejenak dari rutinitas dan keruwetan-keruwetan sehari-hari yang banyak menyita waktuku. Tapi ya inilah yang aku rasakan. Dengan menulis aku membenamkan diriku pada tulisan yang aku buat, membuat aku mengesampikan yang lain. Dan yah, itu menyenangkan buat aku. Pelarian yang berfaedah mungkin kalau bahasa anak gaul. XD

Menambah Wawasanku Sendiri

Sebuah tulisan dapat terbentuk tentunya melalui sebuah proses penulisan. Baik wawancara, pengumpulan data, pengalaman pribadi dan lain-lain. Nah, proses-proses inilah yang kemudian memberikan aku wawasan-wawasan baru untuk setiap tulisan yang akan aku buat.

Misalnya, aku mau membuat artikel liputan sebuah kegiatan. Tentu aku harus hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan hadir saja, aku sudah mendapatkan hal-hal baru yang belum aku ketahui. Apalagi proses wawancara. Wawancara memberikan pandangan lain mengenai suatu kegiatan yang aku lihat, menggali lagi lebih dalam. Bagaimana persiapan? Kesulitannya apa? Bagaimana cara mengatasi? Alasan pemilihan tema/lokasi/pembicara? Aku mendapatkan wawasan lagi.

Yang kemudian, aku membagikannya kepada orang lain melalui tulisan yang aku buat. Jangan pernah sepelekan proses!

Berbagi Informasi : Sharing is Caring

Tulisan berisi informasi, dan harapan penulis siapapun ialah agar tulisannya dibaca dan mampu memberikan manfaat. Tentunya, informasi yang aku berikan adalah yang membangun, bukannya hoax dan ujaran kebencian yang rame di media sosial sekarang ini.

Menurutku, menulis menjadi salah satu bentuk berbagi paling sederhana yang bisa dilakukan siapapun. Tidak terbatas usia dan waktu. Mau berbagi itu juga bentuk satu kebaikan, tidak menyimpan segala sesuatu sendiri membuat kita menjadi pribadi yang tidak egosentris. Yang berarti kita mengingat orang lain, tidak berpusat pada diri sendiri saja.

Kenal Banyak Orang!

Semua berawal dengan kedok sebagai ‘jurnalis’ atau ‘penulis’ atau ‘reporter’ dan kamu bisa datang dan menghadiri suatu kegiatan dengan lancar (yaa memang di dalam kondisi-kondisi tertentu tidak selalu semulus itu, tapi mostly ini yang aku alami). Sejak SMA aku sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan karena aku datang untuk meliput. dengan datang, aku melakukan wawancara, aku mengenal 1 orang. Mewawancara narasumber lain lagi, juga nambah teman yang aku punya. Semakin banyak liputan, semakin bertambah juga orang yang aku kenal.

Bukan hanya kenal dan jadi punya banyak followers di instagram tujuannya. Tapi dengan kenal dan bertemu banyak orang, kita bisa banyak belajar dari mereka. Setiap orang memiliki sifat, karakteristik, kelebihan maupun kekurangannya masing-masing. Dan kita bisa belajar juga beradaptasi dalam berbagai situasi dan juga atmosfer dimana kita berada. Bagaimana menata dan memposisikan diri serta berbicara dengan orang-orang tertentu dalam situasi tertentu. Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan, tidak secara kasat mata memang. Karena kembali lagi, bahwa ini sebuah proses belajar yang tidak bisa didapatkan dalam satu malam.

Belum lagi, kalau dapat kesempatan wawancara orang-orang penting! Wahh, kesempatan langka tuh.. Heheheh.. Aku pernah mendpaat kesempatan untuk mewawancarai Ignatius Jonan (Kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral), ketika ia masih menjabat sebagai Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia. Dan untuk kedua kalinya bertemu ketika ia sudah menjabat sebagai Menteri ESDM. Dalam kesempatan lain, aku juga sempat mewawancarai dan bertemu dengan Seto Mulyadi, yang kerap di sapa Kak Seto, kini menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Dan baru-baru saja, dalam sebuah acara aku bisa melakukan wawancara singkat dengan Saifullah Yusuf, atau yang lebih dikenal dengan Gus Ipul (Wakil Gubernur Jawa Timur), Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya) dan Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono (Uskup Surabaya) dalam satu waktu sekaligus!

Sarana Penyampaian Perasaan Pendapat alias Curhat

Terkhusus di blog ya yang ini, jangan sampai curhat di portal berita. hahahaha XD. Dengan menulis aku bisa membagikan apa yang aku pikirkan, yang menjadi kegelisahanku. Aku juga bisa menuliskan hal-hal yang menurutku pantas aku bagikan. Menulis itu berbagi, termasuk berbagi pendapat. Tidak ada yang melarang aku menuliskan opiniku tentang bagaimana menulis itu bagiku, seperti yang aku buat dalam post sebelumnya (Menulis).

Bebas, aku mau menuliskan apa saja. Namun, bebas yang bertanggungjawab tentunya. Jangan seperti mereka-mereka yang memanfaatkan tulisan sebagai pelampiasan kemarahan, kebencian dan bahkan memanfaatkannya demi keuntungan pribadi, seperti penyebar hoax.

Nah, sejauh ini adalah rangkuman yang bisa aku bagikan mengenai mengapa aku suka menulis. Semoga ini bermanfaat dan juga memberikan kalian inspirasi dan motiviasi #cieilah untuk memulai menulis tulisan kalian sendiri!

You may also like

2 Comments

  1. Ada quotes yang kurang nih wkwk dan aku masih ingat setiap katanya sampek sekarang

    “Sering-seringlah menulis karena kamu bisa bertemu dengan orang-orang hebat”-vero,64th Sinlui