Kegagalan Persepsi

kegagalan persepsi

Beberapa bentuk kegagalan persepsi adalah sebagai berikut :

Kesalahan Atribusi

Atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain. Hal ini dapat menjadi penyebab kekeliruan adalah karena 3 hal yaitu :

  • Adanya perbedaan budaya yang semakin mempersulit seseorang untuk memahami maksud orang lain. Contoh : Si A tidak yang tidak bisa berbahasa inggris diajak berbicara dengan seorang bule asal Australia. Akhirnya karena tidak mengerti apa yang ditanyakan si Turis, Si A pun menjawab dengan jawaban yang salah.
  • Salah menyangka bahwa perilaku seseorang disebabkan oleh faktor internal, padahal disebabkan oleh perilaku eksternal, maupun sebaliknya. (Ketidakmampuan dalam memperhatikan faktor internal dan eksternal)
  • Pesan yang dipersepsi tidak utuh atau tidak lengkap. Contoh ; saat telepon, sinyal mengalami gangguan sehingga ketika belum selesai berbicara sambungan sudah terputus.

Efek Halo

Kesalahan yang terjadi ketika kita memberian suatu penialaian terhadap seseorang, memberikan kesan atas sifat-sifatnya yang spesifik. Lalu hal ini menjadikan persepsi kita terhadap orang tersebut terbatas atas apa yang telah kita nilai diawal. Contoh lain : kita mengidentikan orang gendut sebagai orang yang malas.

Stereotip

Yakni menggeneralisasikan orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan membenruk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok. Contoh stereotip : laki-laki berpikir logis, perempuan bersikap emosional, dsb.

Prasangka

Hampir sama dengan stereotip, akan tetapi pransangka adalah sikap yang tidak adil terhadap seseorang atau suatu kelompok. Contoh : seorang perempuan hendak menyetop taksi saat jam 6 sore di New York, akan tetapi tidak satu taksi pun berhenti karena menganggap bahwa ia akan pergi ke Harlem (tempat kumuh yang rawan kejahatan).

Gegar Budaya

Disebut juga dengan culture shock. Contohnya adalah seorang yang baru saja pindah ke benua yang baru dan masih tidak terbiasa dengan budaya dan adat istiadat daerah baru yang ia tinggali.


Baca juga :

Jenis-Jenis Komunikasi

Fungsi Komunikasi

Hakikat, Definisi, dan Konteks Komunikasi

Persepsi sebagai Inti Komunikasi


Referensi : Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2008. Print.

You may also like