Bramsetya Handi

karya-bram

Bramsetya Handi.

Berawal ketika berkomitmen untuk masuk menjadi anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Rumpun Padi – Universitas Kristen Petra. Dari situ, ia mendapatkan tugas untuk membuat sebuah karya dalam bentuk puisi. Sebuah puisi tentang kehidupan yang ia dapat dari pengalamannya sendiri.

Alasannya agar lebih semakin merasa bisa dan semakin bisa merasa. Dari ‘paksaan’ tugas UKM ini saya merasa untuk lebih bisa menulis dan merasakan apa yang kita rasakan atau merasakan kegelisahan diri kita maupun lingkungan sekitar

#AyoBerkarya #BerkaryaDenganHati


Segala Sesuatu Ada Masanya

Segala sesuatu ada masanya
jarum jam berbisik
seolah berkata kepadaku
hargailah setiap waktu yang ada
angin berhembus kencang
daun dan ranting mulai tumbang
aku tak sadar…
daun dan ranting itu memberi pesan
bahwa segala sesuatu ada masanya
matahari menyingsing
hujan tak kunjung reda
seolah menamparku, mengingatkanku
jika besok aku mungkin telah tiada

segala sesuatu ada masanya
dan mungkin dengan kita
yang mungkin renggang dan mulai sirna
dulu kau memberi pesan padaku
bahwa segala sesuatu ada masanya
kau memberi pesan dengan tiba-tiba pergi tanpa suatu alasan
kau pergi tinggalkanku dan memilih dia
kau hancurkan hati ini!
seperti gelas kaca yang hancur menjadi serpihan yang tak berharga
apakah itu cinta?
aku lupa, bahwa segala sesuatu ada masanya
begitupun dengan cinta
dan kini kau datang dengan beribu penyesalan
kau datang saat aku belajar untuk melupakan
ya, melupakan…
melupakanmu yang dulu tinggalkanku
kau datang hangatkanku dengan kehadiranmu
kau memelukku saat aku ragu dan pilu
kkau memelukku hingga aku enggan untuk jauh darimu
Persetan dengan cinta!
jika akhirnya kaku tinggalkanku seperti dulu
sia-sia kau katakan rindu jika kau pergi seperti pelangi
yang datang dengan indah namun akhirnya pergi
namun terima kasih kau telah ingatkan
bahwa segala sesuatu ada masanya

jujur saja aku mencintaimu.


You may also like