HUT Kemerdekaan RI ke-72 : Tanah Air Mata

Kemerdekaan RI

Aku mau membuka post tentang hari kemerdekaan kali ini dengan sebuah puisi yang aku baca beberapa waktu lalu dalam sebuah buku puisi di mabes Teater Rumpun Padi.

Tanah Air Mata

Oleh : Sutardji Calzoum Bachri

Tanah airmata tanah tumpah dukaku
mata air airmata kami
airmata tanah air kami

di sinilah kami berdiri
menyanyikan airmata kami

di balik gembur subur tanahmu
kami simpan perih kami
di balik etalase megah gedung-gedungmu
kami coba sembunyikan derita kami

kami coba simpan nestapa
kami coba kuburkan duka lara
tapi perih tak bisa sembunyi
ia merebak kemana-mana

bumi memang tak sebatas pandang
dan udara luas menunggu
namun kalian takkan bisa menyingkir
ke manapun melangkah
kalian pijak airmata kami
ke manapun terbang
kalian kan hinggap di air mata kami
ke manapun berlayar
kalian arungi airmata kami
kalian sudah terkepung
takkan bisa mengelak
takkan bisa ke mana pergi
menyerahlah pada kedalaman air mata

Pada peringatan hari ulang tahun Indonesia ke-72 ini aku hanya ingin mengingatkan kita semua melalui puisi diatas. Bahwa Indonesia telah merdeka, namun perjuangan dan perlawanan anak-anak bangsa belum dan tidak akan pernah berakhir. Masih ada tangisan dan air mata yang tumpah di tanah Ibu Pertiwi ini, menandakan masih panjang perjuangan yang harus dilakukan oleh Bangsa Indonesia.

Jangan berpuas diri, usia 72 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Seharusnya waktu yang begitu panjang ini membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih baik bagi seluruh rakyat, karena kemerdekaan Indonesia bukan hanya bagi sebagian orang saja. Menutup mata dan menolak melihat kebawah bukan menjadi jawaban atas keadaan masyarakat di luar sana yang masih jauh dari kata sejahtera.

Apa yang patut dirayakan?

Sejarah panjang perjuangan para pahlawan melawan penjajah yang akhirnya membawa kepada kemerdekaan dan persatuan bangsa patut kita rayakan bersama. Hal ini juga sebagai sebuah peringatan bagi kita semua untuk kembali mengisi memori kita dengan perjuangan para pahlawan bangsa. Persatuan dan kesatuan harus terus dijaga, dan tugas kitalah mempertahankannya.

Harapan.

Harapanku, terutama bagi generasi penerus bangsa ialah agar kami mampu membawa Indonesia kepada kesejahteraan dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Dan bagi mereka juga, yang sedang menimba ilmu di negeri seberang, semoga tidak melupakan bahwa Ibu Pertiwi merindukan mereka, untuk bersama-sama membangun Indonesia.

“Setetes keringat kita yang menitik di negeri ini barangkali amat berharga sebagai perekat negeri daripada keringat yang tertumpah di negeri asing,” – Pepih Nugraha


Selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72!

You may also like