Fungsi Komunikasi

fungsi-komunikasi2

Komunikasi tentunya memiliki begitu banyak fungsi yang tentunya kita gunakan dalam keseharian kita. Menurut Thomas M. Scheidel, kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang di sekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan. Dan yang paling dasar ialah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologis kita.

Setiap ahli memiliki definisinya masing-masing mengenai fungsi komunikasi, yang meskipun berbeda akan tetapi maksudnya sama, dan tidak saling bertentangan. Dan kali ini kita akan membahas mengenai fungsi komunikasi menurut William I. Gorden. William membagi fungsi komunikasi menjadi 4 bagian yaitu : komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi instrumental dan komunikasi ritual. Meskipun terbagi kedalam 4 fungsi, dalam sebuah kejadian komunikasi juga memungkinkan didalamnya termuat lebih dari 1 fungsi komunikasi.

Komunikasi Sosial

Dalam fungsi sosial ini, secara implisit juga sebagai fungsi komunikasi kultural yang menyebarkan kebudayaan maupun norma-norma yang berkembang di dalam suatu masyarakat. Contohnya : meminta maaf ketika berbuat suatu kesalahan, mengucapkan terima kasih ketika diberi sesuatu, dsb.

  • Pembentukan Konsep Diri

    Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita, dan ternyata konsep diri yang kita miliki ialah berasal dari apa yang orang lain katakan tentang diri kita. Informasi yang kita butuhkan untuk membentuk konsep diri kita sebenarnya berasal dari orang lain. Jadi sebenarnya orang lain memiliki andil dalam “mencetak” diri kita. Karena secara sadar maupun tidak, kita juga berusaha untuk memenuhi keinginan-keinginan orang lain.

    Contoh : perkataan-perkataan seperti “Kamu anak yang bodoh!” dan sebagainya dari orang tua maupun teman juga menjadikan anak tersebut menganggap dirinya bodoh, meskikpun sesungguhnya ia anak yang cerdas.

  • Pernyataan Eksistensi Diri

    Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis, atau ada. Ketika kita berbicara kita menunjukkan kepada orang lain bahwa kita ada.

    Sebagai contoh : seorang anggota kelompok dalam suatu diskusi yang tidak berbicara maka akan dianggap tidak ada oleh anggota kelompok lainnya. Ia yang diam itu tidak akan ditanyai pendapatnya maupun saran dari anggota yang lainnya.

  • Kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan

Sejak lahir, kita perlu berkomunikasi untuk mempertahankan hidup. Kita memerlukan bantuan dari orang lain untuk makan, untuk minum dan sebagainya karena kita masih belum dapat melakukannya sendiri. Saat masih bayi, kita masih belum dapat berkata-kata sehingga tangisan adalah cara kita berkomunikasi untuk meminta kebutuhan yang kita inginkan.

Komunikasi Ekspresif

Untuk komunikasi ekspresif dapat dilakukan sendirian maupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif tidak secara langsung menjadi alat untuk mempengaruhi orang lain, melainkan menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Emosi juga dapat disalurkan melalui bentuk-bentuk seni seperti puisi, novel, musik, tarian atau lukisan. Komunikasi ekspresif ini memiliki kaitan erat dengan komunikasi non-verbal.

Komunikasi Ritual

Biasanya dilakukan secara kolektif dan memiliki kaitan erat dengan komunikasi ekspresif. Seperti contohnya : suatu komunitas sering melakukan upacara-upcara sepanjang tahun misalnya, kelahiran, sunatan, ulang tahun, pernikahan, dan lain sebagainya. Penekanan dari komnunikasi ritual adalah sebagai bentuk penegasan atas komitmen. Kegiatan ritual memungkinkan para pesertanya berbagi komitmen emosional dan menjadi perekat bagi kepaduan mereka, juga sebagai pengabdian kepada kelompok.

Hingga saat ini komunikasi ritual masih terus dilaksanakan demi pemenuhan jati diri sebagai individu, sebagai anggota komunitas sosial, dan sebagai salah satu unsur dari alam semesta.

Komunikasi Instrumental

Memiliki beberapa tujuan umum :

  • menginformasikan
  • mengajar
  • mendorong
  • mengubah sikap dan keyakinan
  • menghibur

Bila diringkas, maka kecenderungan komunikasi ini adalah untuk membujuk (bersifat persuasif).

Contoh : motivator


Baca juga : Jenis-Jenis Komunikasi

Baca Juga : Fungsi Komunikasi

Baca Juga : Hakikat, Definisi, dan Konteks Komunikasi

Referensi :

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2008. Print.

You may also like