Boneka Beruang Teddy, dikirim dengan Cinta

Johaina dan Boneka Beruang

Johaina, gadis kecil berusia 4 tahun, merupakan 1 dari 400.432 pengungsi di Barangay Tongkopan, Filipina Selatan akibat konflik Marawi. Ia terlihat memeluk erat sebuah boneka beruang berwarna biru, Kamis (06/07).

Kisah di Balik Boneka Beruang

‘Kisah di Balik Boneka Beruang’ merupakan sebuah berita feature yang aku baca dari Harian Kompas edisi Sabtu, 8 Juli 2017 kemarin. Hal ini bermula dari konflik yang terjadi pada daerah Marawi, Filipina ketika kelompok Maute menduduki Marawi pada 23 Mei lalu.

Berawal ketika Alikman dan isterinya, Fatimah, ikut sebagai sukarelawan dalam mengirimkan bantuan kepada para pengungsi. Singkat cerita, boneka beruang biru yang kini mendekam dalam pelukan Johaina merupakan milik Krishna, gadis kecil asal Davao. Ketika ia mengetahui kakaknya – Fatimah – sedang mengumpulkan bantuan bagi korban perang di Marawi, gadis kecil berusia 4 tahun ini bertanya, apa sekiranya yang bisa ia berikan untuk para korban?

Krishna masuk ke dalam kamar yang kemudian keluar membawa sebuah boneka beruang berwarna biru, sambil berpesan “Ini boneka kesayanganku. Tolong berikan kepada anak di sana. Jangan lupa untuk di foto dan dikirimkan kepadaku,” Yang kemudian dibungkus dalam sebuah tas dengan catatan ‘Boneka beruang teddy, dikirim dengan cinta’


Sebuah kisah sederhana yang mengingatkan aku bahwa berbuat kebaikan dan berbagi itu tidak terbatas usia. Satu perbuatan kecil yang nampaknya sederhana mungkin bisa bermakna begitu besar. Kita tidak perlu menunggu untuk menjadi milyader untuk berbagi. Berbagi itu memberi dengan ketulusan, tak peduli seberapa jumlahnya dan apa yang kita berikan. Kita tidak perlu menunggu untuk menjadi dewasa untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar. Karena perbuatan besar berawal dari hal-hal yang paling sederhana, yang mungkin sering terlupa.

Terkadang menjadi dewasa membuat kita lupa untuk peduli, karena kita terlalu egois dengan kebutuhan-kebutuhan kita. Ingin menang sendiri dan mendapat keuntungan lebih banyak dari orang lain. Belajar dari Krishna, kita dapat melihat sekeliling kita dan kemudian menanyakan : Apa yang dapat kita berikan?

“Great satisfaction comes from sharing with others”

Catatan kecil : Boneka di foto tidak terlihat seperti beruang buat aku :p

Baca juga : Kindness

You may also like