Review : Before I Fall

Before I Fall — sebuah film yang diangkat dari novel karya Lauren Oliver.

Before I Fall Poster

Film ini tentang apa?

Film ini mengisahkan mengenai seorang gadis 17 tahun, bernama Samantha yang terbangun setiap pagi pada hari yang sama. Semua berawal ketika ia bangun pada tanggal 12 Februari lagi, dan lagi. Dan hal ini terus terjadi padanya setiap hari, sampai ia menyadari ada hal yang harus ia ubah.

Diawal film ini cukup memberikan kesan misterius (ya, siapa yang gak menganggap ini misteri kalau kamu bangun setiap hari di hari yang sama dan kamu masih mengingat kamu telah melaluinya?). Jika aku menjadi Samantha mungkin aku sudah menyerahkan diriku pada rumah sakit jiwa(?) LOLĀ šŸ˜‚

Aku sendiri bingung dan bertanya-tanya : APA BAKALAN FILMNYA NGULANG SCENE INI TERUS SAMPE HABIS? Nggak kok —Ā aku menontonnya sampai habis. Apa yang aku dapatkan dari film ini, menurutku, sungguh sangat menyentuh. Kuingatkan lagi, menurutku.Ā Tidak, aku tidak akan mengomentari mengenai sinematografinya, pemainnya, dan hal-hal teknis lainnya.

What if today was the only day of the rest of your life?

Film ini semacam mengingatkan aku kembali bahwa kehidupan terus berjalan dan seringkali kita tidak menyadari bahwa begitu banyak kesalahan-kesalahan yang kita buat. Seperti yang selalu dikatakan, penyesalan selalu datang di akhir bukan? Kurasa penyesalan memang perlu ada sebagai sebuah pelajaran, dan bukan untuk diulangi. (Siapa coba yang suka dengan perasaan menyesal?)Ā Waktu tidak dapat berputar kembali, tidak dalam kehidupan nyata.

Mungkin seolah satu hari tidak terasa penting bagi kita, tapi rupanya satu hari bisa merubah segalanya. Setiap kejadian yang kita alami dalam hidup kita adalah akibat dari pilihan-pilihan yang kita buat. Dan mungkin, kita sendiri tidak sadar.

Aku setuju dengan pernyataan yang mengatakan bahwa jalanilah hari-harimu dengan semangat layaknya sebuah pengalaman pertama yang kamu alami dan jalanilah hari-harimu layaknya itu adalah hari terakhirmu. Jangan biarkan penyesalan selalu datang dalam setiap bab perjalanan hidup kita. Biarkanlah apa yang seharusnya terjadi, terjadi dengan baik. Karena kita tidak pernah tahu sampai halaman keberapa lembar dalam kisah perjalanan hidup kita.

Tidak banyak yang bisa kita tinggalkan ketika lembar terakhir kita sudah tertulis. Yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan akan kita.


Aku mendapat rekomendasi untuk menonton film ini dari temanku, Christine (@typrist) sekitar seminggu yang lalu. Dan yah, ini film yang recommended bangettĀ šŸ‘.


Jika hari ini adalah hariĀ terakhir yang kalian miliki dalam hidup. Bagaimana kalian akan menjalaninya?

You may also like