Opening Ceremony DID of Surabaya Asian Youth Day 2017 #1

perayaan ekaristi pembukaan DID Surabaya AYD 2017

Opening Ceremony Days in Diocese (DID) of Surabaya Asian Youth Day 2017 diselenggarakan pada Minggu (30/07/2017). Berlangsung di Widya Mandala Pakuwon City, Surabaya upacara pembukaan yang diawali dengan perayaan ekaristi ini dihadiri oleh seluruh peserta delegasi dari Macau, Timor Leste, Banjarmasin, Samarinda serta Surabaya sendiri dengan para orangtua angkat. Perayaan Ekaristi dipersembahkan langsung secara selebran oleh Uskup Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono.

Perarakan masuk diawali dengan permainan angklung serta tarian perarakan dari SMA Santa Maria Surabaya, dan diikuti dengan misdinar, para petugas liturgi , para romo dan Bapa Uskup. 50 anggota Sinlui Choir (Paduan Suara SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya) pun ikut ambil bagian dalam perayaan ekaristi ini.

“Be proud of chatholic faith. Let’s make a different, in our commitment and action, in our society,” tutup Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono dalam homilinya. Doa umat dibawakan dalam 5 bahasa, masing-masing oleh para delegasi yang tinggal di Keuskupan Surabaya.

Usai perayaan ekaristi, opening ceremony dibuka dengan sambutan MC dengan menyorakkan Salam Joyful!

Salam Joyful! Joss! Salam Jouyful! Joss! Joss! Joss! Salam Joyful! We respect you!

Drs. H. Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur yang kerap di sapa Gus Ipul, turut hadir dan memberikan sambutan dalam Opening Ceremony Days in the Diocese of Surabaya Asian Youth Day 2017. Dalam sambutannya, ia berkata bahwa perbedaan yang tidak dikendalikan memang bisa menimbulkan perpecahan. “Kita patut terus memelihara persaudaraan, perdamaian, karena mencintai sesama adalah sesuatu yang hakiki, Tuhan menciptakan kita berbeda, tapi itulah agar kita saling mencintai,” ujar pria kelahiran Pasuruan ini.

Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta delegasi, khususnya yang berasal dari luar Surabaya sembari menegaskan satu hal penting. “AYD is not about tourism, it is a time to make strong commitment,” tegas Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono.

Secara resmi, DID Surabaya AYD 2017 dibuka dengan dipukulnya gong oleh Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono.

You may also like